Truk yang bergetar di kecepatan 60–80 km/jam sering langsung dituduh masalah ban atau permukaan jalan. Padahal, dari armada Scania dan Volvo yang masuk ke bengkel kami, cukup banyak kasus getaran yang sumbernya ada di propeller shaft — komponen yang meneruskan putaran dari transmisi ke gardan dan justru paling jarang diperiksa sampai getarannya sudah mengganggu sopir. Seorang pelanggan di Cikarang sempat mengganti empat ban dan menyeimbangkan roda dua kali sebelum akhirnya ketahuan bahwa universal joint pada shaft belakang sudah aus dan center bearing-nya retak.
Artikel ini membahas gejala, penyebab, cara inspeksi, dan estimasi biaya penggantian propeller shaft untuk truck Euro diesel Scania dan Volvo — agar Anda bisa menentukan apakah getaran yang muncul masih aman dilanjutkan atau harus segera masuk bengkel.

Getaran pada kecepatan jelajah sering berasal dari driveline, bukan dari roda. Sumber: dokumentasi Astrinusa.
Apa Itu Propeller Shaft dan Perannya di Driveline Truck
Propeller shaft, atau di bengkel lebih sering disebut kardan, adalah poros berputar yang menyalurkan torsi dari output transmisi ke input differential (gardan). Karena transmisi dan gardan tidak berada pada satu garis lurus — posisinya berubah mengikuti beban dan gerakan suspensi — poros ini harus mampu menyalurkan tenaga pada sudut kerja yang berubah-ubah tanpa kehilangan putaran.
Komponen utama propeller shaft
Konstruksi satu shaft umumnya terdiri dari:
- Universal joint (U-joint) — dua buah di setiap ujung shaft, berfungsi menyerap perubahan sudut antara transmisi dan gardan. Ini komponen yang paling sering aus karena menerima beban puntir sekaligus gesekan.
- Slip yoke dan spline — memungkinkan panjang shaft menyesuaikan diri saat suspensi naik-turun. Bagian ini wajib terlumasi karena bekerja dengan geseran terus-menerus.
- Center bearing — bantalan penyangga di tengah shaft untuk armada dengan jarak sumbu roda panjang (biasanya shaft dua atau tiga bagian). Karet dudukannya menyerap getaran sekaligus menahan shaft tetap pada garisnya.
- Tube shaft — tabung baja yang membawa beban puntir. Setelah tabung ini penyok atau tergores dalam, keseimbangannya sulit dikembalikan.
- Flange yoke — penghubung ke flange transmisi dan gardan, dikencangkan dengan baut yang punya torsi spesifik.
Alur tenaga dari transmisi ke gardan
Pada Scania tipe GRS905 atau Volvo I-Shift, putaran keluar dari transmisi pada 1.100–1.400 rpm saat jelajah, lalu diperlambat lagi di gardan dengan rasio final 3,08 sampai 4,11. Artinya propeller shaft berputar lebih cepat daripada roda, sehingga ketidaksempurnaan sekecil 0,5 mm pada keseimbangannya terasa berlipat di kecepatan tinggi. Itu sebabnya getaran driveline muncul di rentang kecepatan tertentu, bukan di semua kondisi.
Gejala Propeller Shaft Mulai Bermasalah
Kerusakan propeller shaft jarang datang mendadak. Hampir selalu ada urutan gejala yang bisa dibaca jika sopir dan mekanik tahu apa yang harus didengar dan dirasakan.
Getaran yang muncul di kecepatan tertentu
Ciri paling khas adalah getaran yang hilang-timbul. Muncul di 50–60 km/jam, mereda di 70 km/jam, lalu kembali di 80–90 km/jam. Getaran karena ban biasanya konstan mengikuti kecepatan, sementara getaran driveline punya “jendela” kecepatan yang spesifik karena berhubungan dengan frekuensi kritis putaran poros. Pada kasus center bearing yang mulai longgar, getaran terasa di lantai kabin bagian tengah, tepat di bawah kursi penumpang tengah.
Bunyi klik saat akselerasi dan deselerasi
Bunyi “klik” atau “tek” tunggal setiap kali pedal gas diinjak atau dilepas menandakan ada kelonggaran pada U-joint atau spline. Cara mengujinya: jalankan unit di jalan datar sekitar 20 km/jam, lalu injak dan lepas pedal secara bergantian. Jika bunyi muncul konsisten di setiap transisi beban, kemungkinan besar kelonggaran ada di driveline, bukan di transmisi.
Suara mendengung yang naik seiring kecepatan
Dengung monoton yang volumenya bertambah mengikuti kecepatan — dan tetap ada saat gigi dinetralkan — biasanya berasal dari bearing yang sudah rusak, entah center bearing atau bearing pada U-joint. Untuk membedakannya dari dengung gardan, uji dengan menetralkan gigi saat unit meluncur: jika dengung tetap ada, sumbernya ada di poros atau bearing penyangganya.
Getaran setir dan bodi yang tidak simetris
Ketika keseimbangan shaft terganggu, getaran merambat ke seluruh rangka. Pada Volvo FH, keluhan yang sering muncul adalah setir bergetar halus di atas 70 km/jam sementara bodi belakang terasa lebih kasar. Pola asimetris seperti ini jarang berasal dari roda, karena roda yang tidak seimbang memberi getaran yang lebih merata.
Penyebab Umum Kerusakan Propeller Shaft
Universal joint aus karena kehilangan pelumasan
U-joint bekerja dengan needle bearing di dalam cup. Ketika grease habis atau seal cup robek, air dan debu masuk, lalu jarum berkarat dan permukaan spider tergores. Di jalur tambang dan konstruksi, umur U-joint bisa turun di bawah 60.000 km jika tidak ada pengecekan grease berkala. Pada armada jalan raya dengan perawatan rutin, komponen ini normalnya bertahan 150.000–250.000 km.
Center bearing dan karet dudukannya retak
Karet dudukan center bearing menyerap getaran sekaligus menahan poros pada posisinya. Paparan oli, panas, dan usia membuat karet mengeras lalu retak. Ketika karet sudah gagal, poros bisa bergerak beberapa milimeter dari garis idealnya — cukup untuk menciptakan getaran yang terasa di seluruh kabin meski U-joint masih baik.
Spline kering dan slip yoke macet
Slip yoke harus bisa bergerak maju-mundur dengan lancar. Jika spline kering atau tercemar lumpur mengeras, gerakan suspensi akan menekan poros secara aksial dan membebani U-joint serta bearing transmisi. Gejalanya sering terbaca sebagai getaran saat melewati jalan bergelombang, bukan di jalan rata.
Keseimbangan hilang setelah benturan
Tabung poros yang pernah terbentur batu, tersangkut ganjal, atau terjatuh saat bongkar-pasang bisa bengkok sedikit saja — di bawah 1 mm — dan keseimbangannya sudah hilang. Kasus seperti ini tidak bisa diperbaiki dengan mengganti U-joint saja; poros harus dibalancing ulang di bengkel khusus driveline atau diganti.
Pemasangan dengan sudut kerja yang salah
Setiap U-joint punya batas sudut kerja. Ketika dudukan center bearing dipasang dengan ganjal yang salah, atau flange dipaksa menempel tanpa permukaan yang bersih, sudut kerja melebihi toleransi dan getaran muncul sejak unit keluar dari bengkel. Ini penyebab yang paling sering terlewat karena komponennya baru dan terlihat sempurna.
Tabel Gejala, Komponen, dan Tindakan
| Gejala yang dirasakan | Komponen yang perlu dicek | Tindakan awal |
|---|---|---|
| Getaran hilang-timbul di 50–90 km/jam | Keseimbangan poros, U-joint | Uji jalan, cek play U-joint, balancing ulang |
| Bunyi klik saat gas diinjak/dilepas | U-joint, spline slip yoke | Ganti U-joint, lumasi spline |
| Dengung naik mengikuti kecepatan | Center bearing, bearing U-joint | Ganti bearing, cek kondisi karet dudukan |
| Getaran hanya di jalan bergelombang | Slip yoke dan spline | Bongkar, bersihkan, lumasi dengan grease yang sesuai |
| Getaran muncul setelah benturan | Tabung poros (bengkok) | Ukur run-out, balancing atau ganti poros |
| Getaran sejak unit keluar bengkel | Sudut kerja U-joint, dudukan center bearing | Periksa ganjal dan alignment dudukan |
Cara Inspeksi Propeller Shaft di Bengkel
Pemeriksaan visual dan uji kelonggaran
Angkat unit dengan lift, lalu periksa seluruh panjang poros. Pegang poros di dekat setiap U-joint dan goyangkan naik-turun serta berputar. Kelonggaran lebih dari 0,5 mm pada cup sudah cukup untuk mengganti U-joint. Perhatikan juga tanda grease yang menetes di sekitar seal cup — grease yang keluar berlebihan biasanya berarti seal sudah tidak menahan.
Pada center bearing, tekan karet dudukan dengan obeng. Karet yang masih sehat akan kembali ke bentuk semula; karet yang retak atau mengeras sudah waktunya diganti. Periksa juga bekas oli yang membasahi area tersebut, karena oli mempercepat kerusakan karet secara signifikan.
Pengukuran run-out dan balancing
Run-out diukur dengan dial indicator pada permukaan tabung poros di tiga titik: dekat transmisi, tengah, dan dekat gardan. Batas umum yang dipakai untuk truck berat adalah 0,5–0,8 mm, tergantung spesifikasi pabrikan. Nilai di atas itu sudah cukup untuk menimbulkan getaran yang terasa. Jika run-out melebihi toleransi, poros harus dilepas dan dibalancing di bengkel driveline yang punya mesin balancing khusus.
Kapan cukup servis, kapan harus ganti
Servis — mengganti U-joint, center bearing, atau melumasi spline — masih memungkinkan selama tabung poros lurus dan yoke tidak retak. Penggantian satu unit penuh diperlukan ketika tabung bengkok, yoke retak, spline tergerus tajam, atau ketika biaya balancing ditambah komponen melebihi 60–70 persen harga unit baru. Untuk armada yang mengejar ketersediaan unit, penggantian penuh biasanya lebih ekonomis karena downtime lebih pendek.
Tabel Estimasi Biaya Komponen
| Komponen | Estimasi harga (2026) | Catatan |
|---|---|---|
| Universal joint (per buah) | Rp 450.000 – Rp 1.200.000 | Tergantung ukuran cup dan merek; Scania dan Volvo punya tipe berbeda |
| Center bearing + karet dudukan | Rp 900.000 – Rp 2.400.000 | Lebih mahal untuk tipe dengan dudukan berperedam |
| Slip yoke / flange yoke | Rp 1.200.000 – Rp 3.500.000 | Harga naik signifikan untuk tipe dengan spline khusus |
| Propeller shaft lengkap (aftermarket) | Rp 6.500.000 – Rp 14.000.000 | Bergantung panjang poros dan jumlah bagian |
| Propeller shaft lengkap (original) | Rp 15.000.000 – Rp 30.000.000 | Untuk unit yang masih dalam masa garansi pabrikan |
| Jasa balancing dan bongkar-pasang | Rp 750.000 – Rp 2.000.000 | Di luar harga komponen |
Angka di atas adalah rentang pasar, bukan patokan resmi. Harga aktual dipengaruhi tipe unit, nomor part, ketersediaan stok, dan apakah komponen yang dipakai original atau aftermarket berkualitas. Untuk memastikan nomor part yang tepat, gunakan panduan cara membaca dan memverifikasi part number Scania sebelum memesan.
Dampak Jika Getaran Driveline Dibiarkan
Getaran yang tidak ditangani tidak berhenti di poros. Energi getaran merambat ke komponen di kedua ujungnya dan memperpendek umur bagian yang jauh lebih mahal. Beberapa dampak yang paling sering kami temui:
- Seal output transmisi bocor. Getaran membuat poros input gardan dan output transmisi bekerja tidak konsentris, sehingga seal tergores dan oli merembes. Perbaikan seal saja tanpa memperbaiki sumber getaran biasanya hanya bertahan beberapa bulan.
- Bearing gardan rusak lebih cepat. Beban kejut dari poros yang tidak seimbang mempercepat keausan bearing pinion, dan perbaikan gardan jauh lebih mahal daripada satu set U-joint.
- Dudukan transmisi dan engine mounting retak. Getaran berulang membuat karet mounting bekerja di luar desainnya.
- Keausan ban tidak merata. Getaran yang merambat ke axle membuat pola aus ban menjadi bergelombang, terutama pada ban belakang.
- Risiko kegagalan total. Pada kasus terburuk, U-joint yang pecah membuat poros lepas dan menghantam komponen di bawah sasis. Insiden seperti ini bisa melubangi tangki bahan bakar atau memutus jalur rem angin.
Karena itu, jadwal perawatan berkala sebaiknya memasukkan pemeriksaan driveline sebagai item tetap, bukan hanya saat ada keluhan. Panduan preventive maintenance truck setiap 10.000 km bisa dipakai sebagai dasar penyusunan checklist internal bengkel Anda.
Tips Memperpanjang Umur Propeller Shaft
Empat kebiasaan berikut terbukti menekan angka kerusakan driveline pada armada yang kami layani:
- Lumasi U-joint dan spline setiap 10.000–15.000 km untuk operasi jalan raya, dan setiap 5.000 km untuk operasi tambang atau konstruksi. Gunakan grease dengan basis lithium kompleks yang tahan air, bukan grease serbaguna biasa.
- Periksa setelah benturan bawah. Setiap kali unit melewati medan yang membuat sasis tersangkut, masukkan pemeriksaan poros ke dalam laporan insiden sopir. Kerusakan akibat benturan tidak selalu langsung terasa.
- Gunakan baut flange dengan torsi sesuai spesifikasi. Baut yang kurang kencang membuat flange bergeser, sementara baut yang terlalu kencang merusak ulir dan membuat permukaan tidak rata.
- Simpan poros cadangan dalam posisi digantung. Poros yang disimpan berdiri tegak atau bertumpu di tengah berisiko bengkok karena berat sendiri.
Kapan Sebaiknya Menghubungi Distributor Sparepart
Jika hasil inspeksi menunjukkan U-joint longgar di lebih dari satu titik, center bearing retak, atau run-out melebihi toleransi, komponen pengganti sebaiknya dipesan berdasarkan nomor part yang tepat. Kesalahan nomor part pada driveline sering berujung pada poros yang tidak seimbang setelah dipasang, karena panjang dan diameter cup berbeda antar tipe meski bentuknya terlihat sama.
Untuk kebutuhan satu set sekaligus — U-joint, center bearing, dan baut flange — Anda bisa merujuk ke panduan lengkap sparepart Scania sebagai daftar awal, lalu konfirmasi ketersediaan stok. Pemilik unit Volvo dapat memakai panduan sparepart Volvo FH/FM sebagai acuan komponen driveline dan sasis. Jika getaran disertai gejala kemudi yang tidak stabil, penyebabnya bisa berada di sistem lain — lihat pembahasan torque rod, drag link, dan karet bushing untuk memisahkan sumber getaran chassis dari driveline.
FAQ Seputar Propeller Shaft Truck
1. Berapa umur normal propeller shaft truck?
Untuk operasi jalan raya dengan pelumasan rutin, komponen U-joint dan center bearing umumnya bertahan 150.000–250.000 km. Pada operasi tambang atau konstruksi dengan paparan debu dan lumpur, umurnya bisa turun menjadi 60.000–100.000 km. Tabung poros sendiri jarang gagal kecuali karena benturan.
2. Apakah getaran propeller shaft bisa hilang hanya dengan balancing?
Hanya jika sumbernya memang ketidakseimbangan dan komponen mekanisnya masih baik. Jika U-joint sudah longgar atau center bearing retak, balancing ulang tidak akan menghilangkan getaran karena kelonggaran mekanis tetap ada. Perbaiki komponennya lebih dulu, baru balancing.
3. Bisakah U-joint diganti tanpa melepas seluruh poros?
Pada sebagian tipe, U-joint di ujung gardan masih bisa diakses setelah poros digantung dan flange dilepas. Namun untuk penggantian yang rapi — terutama jika beberapa U-joint sekaligus — poros biasanya diturunkan seluruhnya agar bisa dibersihkan, diperiksa run-out, dan dibalancing.
4. Apa bedanya getaran propeller shaft dengan getaran gardan?
Getaran driveline biasanya punya rentang kecepatan spesifik dan terasa di lantai kabin bagian tengah. Getaran gardan lebih terasa sebagai dengung yang tetap ada saat gigi dinetralkan, dan sering disertai bunyi kasar saat berakselerasi. Uji jalan dengan posisi netral adalah cara paling cepat membedakannya.
5. Apakah sparepart aftermarket aman untuk driveline?
Aman selama kualitas material dan toleransinya sesuai spesifikasi. Untuk komponen yang berputar cepat seperti U-joint dan center bearing, sebaiknya pilih merek yang punya rekam jejak di aplikasi truck berat dan sertifikasi mutu yang jelas. Hindari komponen tanpa identitas pabrikan, terutama untuk unit yang beroperasi dengan beban penuh harian.
Kesimpulan
Getaran yang muncul hanya pada rentang kecepatan tertentu, disertai bunyi klik saat transisi beban, hampir selalu mengarah ke driveline — bukan ke ban. Memeriksa U-joint, center bearing, dan spline lebih murah daripada mengganti ban berkali-kali tanpa hasil. Dibiarkan, kerusakan driveline merambat ke seal transmisi dan bearing gardan.
Jika armada Anda menunjukkan gejala di atas dan membutuhkan komponen pengganti dengan nomor part yang tepat, tim kami di PT Astrinusa Jaya Dharma siap membantu pengecekan ketersediaan sparepart Scania, Volvo, dan truck Euro diesel lainnya. Hubungi kami melalui WhatsApp di 0851-5968-4557 dengan menyertakan nomor rangka atau foto nameplate unit agar pengecekan bisa langsung dilakukan.
